Menceritakan semua tentang cita, cinta dan petualangan hidup.

Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Mei 2014

Mimpi

Pantai Watulawang
Mimpi,
Ketika malam tak lagi pagi
Ketika hati semakin sunyi
Dan ketika itu semua terhenti

Tapi tunggu nanti,
Hai Mimpi,
Coba kau buka jendela nanti
Sapa bintang dilangit yang tinggi
Akan kau rasakan sinarnya merasuk hati

Mimpi, sungguh mimpi,
Sampai kau tak merindukan pagi lagi
Tetap lah di sini,
Tetap lah dalam hati.

Yogyakarta, 16 Mei 2014
Anggia Zainur Rahmah

Hai Manis

Puncak Gunung Api Purba, Nglanggeran.

Hai Manis,
Lihat kedua bola mata itu terlampau indah mengikis
Pandanganmu itu terlampau menepis
Dan goresan senyum itu terlampau sadis

Hai Manis,
Tau kah kamu bahwa aku tak bisa berhenti menangis?
Ketika lubung rindu dalam hatimu menipis
Ketika membuktikan cinta padamu harus mengemis

Tapi sudah lah, Manis,
Aku hanya ingin kenangan kita tetap terlukis
Dalam setiap kanvas indah walau kau tepis
Tapi langkahku menujumu akan tetap dinamis

Yogyakarta, 16 Mei 2014
Anggia Zainur Rahmah

Kamis, 05 April 2012

Puisi Terakhir, Gie

Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke mekkah, 
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di wiraza, 
Tetapi aku ingin menghabiskan waktu ku disisi mu sayang ku
Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu 
Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah mandala wangi 

Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di danang 
Ada bayi-bayi yang lapar di Biafra 
Tapi aku ingin mati disisi mu manisku 


Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya 
Tentang tujuan hidup yang tidak satu setan pun tahu 
Mari sini sayangngku 
Kalian yang pernah mesra Yang pernah baik dan simpati padaku 
Tegaklah ke langit luas Atau awan yang menang 

Kita tak pernah menanamkan apa-apa 
Kita takkan pernah kehilangan apa-apa 

Nasib terbaik adalah tidak pernah dilahir 
Yang kedua dilahirkan tapi mati muda 
Dan yang tersial adalah berumur tua 

Berbahagialah mereka yang mati muda 
Mahluk kecil kembalilah dari tiada ke tiada 
Berbahagialah dalam ketiadaanmu 

(catatan seorang demonstran)