Menceritakan semua tentang cita, cinta dan petualangan hidup.

Tampilkan postingan dengan label pikiranku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pikiranku. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Juni 2014

Urgensi Headlamp dan Kompas dalam Manajemen Perjalanan

Headlamp (pinjaman) dan Kompas (milik pribadi)
Dari judul postingan ini saja sudah cukup mengerikan ya? 
Bayangan kalian pasti tentang ilmu yang berat-berat, haha.
Maaf apabila tidak seperti yang dibayangkan. Postingan ini hanya akan menggambarkan tentang pentingnya headlamp atau lampu senter bagaimana pun bentuknya dan juga kompas (bagaimana bentuknya juga) yang keduanya akan harus selalu ada dalam dekapan kalian saat berpergian melalui sebuah kisah.

Jadi, alkisah, pada jaman dahulu kala
Ada seorang gadis cantik jelita, sebut saja pemilik blog ini (jangan muntah, plis)
Ah, sudah lah, bingung ceritanya...

Jadi langsung kembali ke topik kita tentang headlamp, sesuai pengalaman saya dan teman seperjalanan. Pentingnya headlamp atau senter berbagai bentuk dan merk apapun akan sangat terasa saat gelap tiba. Karena apa? ya karena kalau masih terang tanpa ini pun kita masih bisa melihat.

Eh, maksud saya, dalam perjalanan apapun pasti tidak ingin melewati perjalanan tanpa ada kegiatan malam hari seperti camp, api unggun, istirahat di alam bebas dan semacamnya. Jadi tentu lah jangan lupa membawa benda yang satu ini.

Dan yang perlu diingat juga, jangan karena mentang-mentang di jalan ada lampu seperti di Gunung Api Purba Nglanggeran itu, tapi ada banyak jalan yang benar-benar tidak terkena cahaya lampu. Waspadalah!

Dan yang sangat perlu diingat, jangan biasakan diri kita bergantung pada orang lain. Berharap orang lain ada yang membawa senter sih ngga masalah, tapi yang jadi problem ketika orang lain itu bertepuk sebelah tangan. Gimana coba rasanya? Sedih kan. Sedih kalau ternyata dia sudah men-senter-i seseorang yang lain, dan lebih sedih lagi kalau kalian sama-sama berharap dan mengandalkan satu sama lain, alhasil tidak ada yang membawa senter.
Sebenarnya tidak apa tidak bawa senter, kalau saja di mata kalian sudah ada sistem penangkap sinyal infrared #apasih

Kembali ke alkisah, kini kisah tentang pentingnya kompas dalam suatu perjalanan.
Tidak peduli besar atau kecilnya perjalanan tersebut, tetaplah kompas perlu dibawa, kenapa?
Jangan sampai sok-sokan tahu arah, tapi ternyata sholat jadi menghadap timur (berlawanan kiblat)
Jangan sampai lupa jalan pulang, nanti nasibnya sama kayak Butiran Debu.

"....aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi,
aku tenggelam dalam lautan luka dalam.
Aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang,
aku tanpamu, butiran debu."

Ya kalau tersesat kurang dari 24 jam, lha kalau udah lebih dari dua-tiga hari bahkan seminggu?
Selain kehabisan logistik, bisa-bisa kalian ditemukan Tim SAR tinggal tulang belulang.

So, don't miss your lamp and compass ya guys.
Be smart and be happy :)

Sabtu, 28 Desember 2013

SAYA (BUKAN) AKTIVIS, HANYA BERUSAHA AKTIF


Ya, judul yang paling tepat menurut saya. Saya memang bukan aktivis, saya hanya orang yang berusaha aktif dimana pun. Tapi teman-teman selalu bilang, “Anggi sibuk, Anggi mana ada waktu buat main.” Ngga, ngga seburuk itu kok hidup orang yang agak aktif seperti saya. Saya menganggap semua aktivitas ini adalah pengganti main. Saya ingat perkataan pak Arsyad (Pengawas Kopindo) saat acara Dikmenkop se-DIY yang saya dan teman-teman adakan, beliau mengatakan, “Di Kopma itu mengefisienkan waktu bermain.” Ya benar, bermain jadi lebih efisien ketika kita isi dengan hal-hal positif apalagi berhubungan dengan banyak mahluk eh, orang.
Kenapa bilang berusaha aktif? Ya karena saya tidak bisa diam. Sejak sekolah dasar saya aktif diperlombaan, terutama Pramuka. SMP, hampir semua eskul saya ikuti, pokoknya saya tidak mau pulang lebih awal. Sejak SMP saya terbiasa pulang sore, sembari menunggu Mama pulang dari kerjanya. Saya ikut Pramuka, PMR, BTA, komputer hingga lukis. Menginjak SMA pun tak jauh beda, saya ikut 3 organisasi, Pramuka, Iksapala (Ikatan Siswa Pecinta Alam) dan PKS (Patroli Keamanan Sekolah), ketiganya berhasil membuat saya selalu pulang sore bahkan sabtu-minggu bermalah di sekolah maupun berkemah. Tapi semua itu lambat laun menjadi hobi. Saya terlalu bosan dengan kehidupan sekolah yang hanya belajar-pulang-belajar-pulang, menderita. Berbeda ketika punya banyak teman dan banyak amanah, rasanya bahagia dan perputaran ide diotak lebih cepat.
sumber: old.leutikabooks.com
Namun, menjelang kuliah saya harap bisa menjadi pribadi yang lebih fokus, karena tidak hanya organisasi yang diurus, termasuk pekerjaan, dll. Saya mulai jatuh hati pada satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Koperasi Mahasiswa UNY. Diawal kami sepertinya memiliki chemistry, kewirausahaan. Ya, saya sangat suka berwirausaha. Mungkin faktor keturunan. Tapi bukan juga sih, mungkin faktor pembiasaan, dari SMP juga sudah menjajal berwirausaha, mulai dari rental Play Station milikku sendiri hingga jaga counter dengan alih-alih semua laba menjadi milikku saat itu hehe. Saat itu belum terpikirkan tentang beban, biaya, dan semacamnya.
Oleh karena itu, dari awal saya aktif di Kopma dan di Himpunan Mahasiswa Jurusan juga (HMPE) dan juga dibeberapa UKM olahraga, tapi hanya sebatas menyalurkan hobi. Hati saya sudah terpaut satu UKM itu, Kopma. Sampai pada waktu saya patah hati, karena setalah saya menjadi audit internal Kopma UNY, saya masih semester 1. Kemudian Kopma membuka recruitment untuk Asisten Bidang 2012, dan saya ditolak dengan alasan belum cukup umur. Ngga tau kenapa rasanya sakit waktu itu, hingga akhirnya saya memutuskan untuk bergabung di UKM Fakultas bidang penelitian, Kristal (Komunitas Riset dan Penalaran), bidang yang diamanahkan kepada saya masih sejalan, yaitu Entrepreneur Study and Development (ESD) dan saya mulai melupakan kejadian sakit hati itu. Dan akhirnya saya mulai menikmati dunia saya ini. Hingga akhirnya saya juga mendaftar menjadi manajer di CV Rnb Management. Semakin melupakan rasa sakit itu :)
Kemudian satu tahun berjalan, dan saya terpaut lagi, padahal sudah sempat tidak aktif di Kopma selama berbulan-bulan setelah itu. Ketika itu ada oprek Junior Asisten, dan saya coba daftar dan akhirnya keterima. Kemudian Februari 2013 ada oprek Asisten dan saya keterima lagi, bagian Pengembangan Sumber Daya Anggota (PSDA) tepatnya Asisten Pendidikan Anggota.
Memang, ini bidang yang saya pilih tapi bukan yang saya minati hehe. Tapi, yang namanya Anggi sebisa mungkin ngga akan meninggalkan amanah kok. Ada alasan kenapa saya memilih bidang ini walau tidak saya minati. Semua akan baik-baik saja. Buktinya sampai sekarang masih beres kan? Karena dimana pun saya, saya tetap punya target yang menyesuaikan, biar ngga nganggur geje, karena Anggi paling ngga suka nganggur :)
Saya banting stir dari dunia usaha ke dunia pendidikan, susah banget.  Tapi saya harus menyadari bahwa background kuliah saya adalah kependidikan walau di Fakultas Ekonomi. Jadi mau ngga mau ya harus fasih di dunia kependidikan, mungkin itu juga jadi salah satu alasan saya banting stir. Toh selama ini juga saya turut serta dalam dunia pendidikan dengan mengajar privat anak-anak SD sampai SMA. Jadi masih wajar sih hehe.
Selain kedua dunia itu,eh maksudnya usaha dan pendidikan. Saya juga bergerak dibidang media dan jaringan, ditahun yang sama saya juga diamanahi sebagai koordinator akhwat Media dan Jaringan UKMF Al Fatih. Namun sayangnya disini saya benar-benar merasa kurang maksmimal. Mungkin karena memang saya tak bisa mendua. Proker demi proker terlaksana memang, tapi seadanya, belum ada yang “waw” menurut saya. Jelas ini kesalahan saya yang setengah-setengah dalam mengkoordinir semua staf, padahal saya akui saya memiliki staf yang super luar biasa. Mereka sangat ahli dibidangnya, tapi sekali lagi saya kurang maksimal. Semoga Allah memaafkan segala kekhilafan saya ini.
Berkaca kasus tersebut saya memutuskan untuk fokus kedepan dan tidak mendua. Menjadi aktif memang sulit apalagi aktivis. Tapi semua itu pilihan. Kalau pun harus memiliki lebih dari satu amanah, harus lebih lihai lagi dalam mengaturnya. Sungguh tidak ada manusia yang sempurna dan tak pernah lepas dari kesalahan.

SAYA (MASIH) MAHASISWA


Rasanya hanya ingin sharing pengalaman akhir-akhir ini, dan mungkin mengulas beberapa waktu lalu.
gambar: fikrimet05.files.wordpress.com
Akhirnya November 2013, saya mendaftarkan diri menjadi salah satu agen/finance consultant di perusahaan asuransi ‘raksasa’ ini, PT Prudential Life Assurance. Setelah beberapa hari yang lalu saya melaksanakan rangkaian pelatihan dan tes, kini saatnya saya ujian akhir untuk sertifikasi AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia). Sebelum saya memulai ujian, ternyata masih banyak waktu tersisa untuk menunggu, saya berkenalan dengan seorang bapak, seorang ibu dan seorang mas-mas yang umurnya mungkin jauh diatas saya. Ya, saya paling muda saat itu. Sembari menunggu kami pun berbincang-bincang. Ternyata perbincangannya tak jauh berbeda dengan saya yang anak kuliahan. Mereka yang sudah berumur pun ketika menghadapi ujian akan was-was walau tetap cuek dan malas belajar hehe. Ditengah perbincangan kami, bapak tersebut bertanya pada saya, “kamu masih kuliah? Kok mendaftar di sini?” dengan mudah saya menjawab, “ya, nambah pengalaman pak.” Batin saya berkata, “nambah penghasilan juga.”
Tak berhenti disini, bapak tersebut melanjutkan pembicaraannya, “lha iya ngapain masih kuliah duit tinggal minta ortu kan?”, saya jawab, “tidak pak, saya ingin usaha sendiri.” Kemudian bapaknya bercerita, “Dulu jaman saya kuliah tahun 90an enak, apa-apa tinggal minta orang tua, ngga sampai kepikiran cari pekerjaan segala macam, kalau kekurangan duit tinggal minta orang tua. Mungkin beda ya sama mahasiswa jaman sekarang. Ya bagus lah.”, saya hanya tersenyum menanggapi hal tersebut :)
Akhirnya tidak sampai satu hari, hasil ujian diumumkan dan alhamdulillah saya lolos :)
Sekarang tinggal bagaimana saya belajar mencari peluang dan menjadi professional finance consultant yang sesungguhnya. Semoga Allah selalu memudahkan.
Menyoal pekerjaan, sebelum ini saya pun sudah bekerja bersama teman-teman di UGM (saya anak UNY sendiri), saat itu saya mendaftar di CV Rnb Management milik mas Aliet (sekarang beliau telah bekerja di kementerian keuangan, kalau ngga salah hehe) dan temannya, mas Dino, yang masih melanjutkan kuliahnya di Magister Ekonomi Pembangunan UGM. Saat itu saya mendapat amanah sebagai manajer marketing dan administrasi, dibantu teman saya satu tim ada Shofi manajer Rnb Publishing House dan yang lainnya manajer Rnb Web beserta Rnb Organizer.
Di sini banyak pelajaran yang saya dapat. Tentang kedisiplinan, tentang memberikan yang terbaik untuk mitra bisnis. Ohya ini terjadi ketika saya duduk dibangku semester 2, atau sekitar tahun 2012 awal. Saat bekerja eh, belajar di Rnb ini saya juga masih mengajar lewat salah satu bimbel dan konsultasi di Jogja, katakanlah Indonesia Collage, eh iklan :D
                Bekerja, bekerja dan bekerja. Mungkin hal itu yang pertama kali kalau otak saya bisa dibaca. Namun tidak hanya itu kok, saya pun belajar, kuliah. Walau tragis memang di semester 2 dan seterusnya saya sulit meraih predikat cumlaude seperti semester pertama. Namun, kata dosen saya, “ngga apa-apa kamu ngga cumlaude, besok yang bakal ditanya itu pengalamanmu, bukan IPK mu.”
Ah bahagianya, itu kalimat paling mujarab buat menenangkan saya :)
Intinya saya (masih) mahasiswa dan akan mengutamakan tugas sebagai mahasiswa sebelum tugas-tugas lainnya. Mohon doanya ya teman-teman, semoga kita semua bisa jadi pribadi yang beruntung, sukses dan dijauhkan dari kekufuran. Aamiin.

Jumat, 20 Juli 2012

Ramadhan Produktif





Ramadhan Produktif! Tetap belajar, tetap semangat dan tetap cantik ;)



                
Katakanlah: "Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Maha Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Tuhannya." (Al-Kahfi: 110)

Jumat, 29 Januari 2010

hanya pikiran anak-anak

tragis !
denger berita lewat tv. aku cuman bisa geleng kepala ma ngelus dada.. heran gue

lu kira jadi presiden ntu gampang apa? huh!! bisanya demo ! demo ! dan demo !

bakar tu semua foto pak SBY !
apa gunanya sih mbakar2 kayak gitu?? lu kira kertas tu gag mbayar apa?? mbakar kertas sama aja dengan mbakar hutan! shit*
mbakar hutan sama aja bikin kiamat di bumi ini..

apa2an?? penting apa demo? didengerin juga nggak ! panas2 kayak gito! capek ! mending lakuin hal yang lebih penting.. mikir !!

bukannya gue mihak sama suatu pihak.. tapi gue cuman heran sama warga Indonesia ini. bisanya DEMO ! dan MENJELEK-JELEKAN pihak yang tidak disukainya .. ngaca dong ! apa prilaku kalian udah bener? baru boleh komentar! tapi yang sehat! bukan pake demo!!

punya malu gag seh??
di liput sama negara lain ! di sana kita di ejek.. dicaci maki.. apa2an?? bangga kayak gitu?!

kalo gue jadi pak SBY, gue bakal bilang
"silahkan kalian menggantikan posisi saya!"

biar lu rasain gimana susahnya jadi presiden.. biar lu pada msuk RSJ dan dirawat intensif si situ.. biar gag demo lagi.. *damn!

boro2 jadi presiden..
jadi kepala keluarga aja susah!
apa lagi presiden yang ngurusin sekian juta kepala keluarga ! kebayang gak?? mikir !

nb: ini hanya pikiran anak2, apabila ada yang terkait jangan di masukan ke hati. aku cuman pengen negara ini aman dan damai. tanpa ada pertumpahan darah.. tanpa ada kobaran api yang membakar bumi ini..
apalagi sampe buat onarr dan nyampe2 demo gara2 gue.. silahkan!